EDfow.com – Sebanyak 72 orang peserta Pendidikan dan Pelatihan Pimpinan (Diklatpim) Tingkat III yang diselengarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jeneponto dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) berkunjung ke Kantor Kecamatan Rappocini, Jumat (11/8/2017).

Kunjungan 72 orang pegawai esselon III tak hanya berasal dari Provinsi Sulsel, tapi juga dari pegawai esselon III luar Sulsel, seperti Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Boven Digoel Provinsi Papua, untuk belajar Inovasi langung dari Camat Rappocini, Hamri Haiya.

Hamri Haiya dalam paparannya mengatakan, untuk berinovasi diperlukan kemauan kuat dari personnya untuk berbuat. Ia juga menyarankan peserta untuk tidak terpaku pada anggaran jika hendak berbuat, karena kata dia, jika terpaku pada anggaran, akan selalu ada faktor yang akan melemahkan.

Ia mencontohkan saat dirinya bertugas di Kecamatan Mariso, yang menurut Hamri saat itu masih minim anggaran tapi hal itu tak membuatnya berhenti berinovasi. Ia pun kemudian membuat inovasi motor box penjemput berkas, yang hanya bermodalkan box untuk dipasang pada kendaraan itu.

“Kita berinovasi sesuaikan saja dengan kemampuan yang kita punya. Waktu di Mariso, saya bikin motor itu cuman bermodalkan box, kalau saya cuman pake motor melayani, itu tidak nampak, makanya saya pasang box itu supaya nampak,” ujar ayah tiga orang anak itu.

Selain itu lanjut suami Kartini Fidia, hal yang menunjang kemampuan camat berinovasi di Kota Makassar adalah persoalan leadership. Menurut dia, kemampuan kecamatan-kecamatan di Makassar, termasuk Rappocini untuk berinovasi sangat didukung oleh kebijakan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, yang melimpahkan kewenangan pengelolaan beberapa hal kepada kecamatan.

“Karena Pak Wali berpikir ketika camat-camat semuanya bekerja, akan banyak persoalan yang bisa diselesaikan. Jadi Pak Wali Kota melimpahkan beberapa kewenangan kepada kami, tapi kan bukan hanya masalah kewenangan, anggarannya juga ikut,” tegas Hamri.

Dalam sesi tanya jawab, Armianto, Camat Sumarorong, Kabupaten Mamasa, memuji inovasi pelayanan yang berada di Kecamatan Rappocini. Menurutnya, beberapa inovasi pelayanan seperti motor layanan penjemputan berkas warga, pelayanan berbasis IT di Kecamatan Rappocini sangatlah bagus.

“Saya tadi keliling pantau pelayanan di sini, mudah-mudahan dengan kegiatan ini bisa menginspirasi kami di Sumarorong, minimal bisa mendekati. Karena kalau untuk menyamai agak susah,” ujar Armianto.

Pertemuan di Aula Lantai 3, Kantor Kecamatan Rappocini ini dipandu oleh Kabid Diklatpim BKP SDM Jeneponto, Syahrul M dan Widyaswara BKPSDM Provinsi Sulawesi Selatan.

RSM*

The post 72 Peserta Diklatpim III Belajar Inovasi di Kecamatan Rappocini appeared first on EDfow.com.

Bagikan:

Komentar Anda