EDfow.com – Camat Panakkukang Thahir Rasyid menanggapi pernyataan salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar mengenai tuduhan adanya pemotongan insentif/gaji bulanan RT/RW.

Ia menyampaikan, bahwa insentif yang diberikan sesuai dengan 9 Indikator penilaian kinerja RT/RW, yaitu Lorong Garden (Longgar), Makassarta’ Tidak Rantasa (MTR), Bank Sampah, Retribusi Sampah, PBB, Sombere, Smart Car, Buku Administrasi RT/RW, kontrol sosial aktivity.

Kemudian setelah dilakukan penilaian, pihak kecamatan memberikan laporan sesuai hasil kinerja RT/RW yang memenuhi 9 indikator tersebut. Setelah itu, intensif tersebut langsung masuk ke rekening RT/RW masing-masing melalui sistem smart card.

“Bagaimana mau disunat na langsung masuk ke rekening masing-masing RT/RW. Semua anggaran untuk insentif RT/RW memang sudah dianggarkan masing-masing dalam DPA kecamatan yang dibagi-bagi dalam anggaran kelurahan sebesar Rp1 juta Per RT/RW,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (12/8/2017).

“Hanya saja dalam pengelolaan keuangan daerah harus dikelola secara tertib dan taat. Sesuai peraturan perundang-undangan, efektif, efeisien , ekonomis dan bertanggung jawab, serta tepat waktu dan tepat guna yang didukung oleh bukti administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” lanjutnya.

Sehingga, dari indikator dan beberapa hal tersebut, insentif masing-masing RT/RW berbeda-beda tergantung dari hasil penilaian tersebut.

Olehnya, ketika administrasinya tertata seperti itu, tidak ada lagi alasan untuk memotong anggaran insentif tersebut. Karena harus ada laporan pertanggungjawaban yang diberikan.

“Karena ini uang negara maka aturan pencairannya harus jelas dan bertanggung jawab bukan dibagi-bagi,” tuturnya.

AIN*

The post Camat Panakkukang: Dana Insentif Ditransfer Langsung ke Rekening RT/RW Melalui Smart Card, Jadi Bagaimana Mau ‘Disunat’ appeared first on EDfow.com.

Bagikan:

Komentar Anda