EDfow.com – Forum Peduli Sosial (FPS) Kota Makassar menggelar jalan sehat peduli sosial yang akan dilaksanakan pada Sabtu 26 Agustus 2017 mendatang yang akan diikuti sebanyak 30 ribu peserta yang terdiri dari kalangan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dan keluarga penerima manfaat (KPM) se-Kota Makassar.

Adapun rute jalan sehat start dan finish di Lapangan Karebosi Makassar dan akan dibuka oleh Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto. Sedangkan hadiah doorprize yang disiapkan antara lain rumah, mobil, umroh, motor, televisi LED dan ratusan hadiah lainnya.

Kordinator Steering Muhammad Askar mengungkapkan acara ini adalah pertama kali dilakukan di Indonesia. “Karena akan dirangkaikan dengan launching Donasi Peduli Sosial,” kata Askar saat ditemui di Kantor Dinas Sosial Kota Makassar, Jl AR, Hakim, Senin (14/8/2017).

Mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Makassar ini mengharapkan kegiatan tersebut dapat menjadi momentum bertemunya para penyandang masalah kesejahteraan sosial dengan para penyandang peduli sosial yang nantinya akan menjadi donatur.

“Kita berharap kebutuhan masalah sosial bisa teratasi melalui donasi peduli sosial ini. Sehingga kita sama-sama membantu masyarakat yang mambutuhkan khususnya para PMKS di kota ini,” kata dia didampingi Kepala Dinas Sosial Kota Makassar yang juga pembina FPS Kota Makassar, Mukhtar Tahir siang tadi.

Adapun tempat pendaftaran yang dibuka panitia, di Jalan Beruang No 30 Makassar, Jalan AR Hakim No 50 Makassar dengan nomor telepon 082292185692, 081299049446, 081342606612 sedangkan harga kupon Rp25 ribu plus baju kaos, kupon doorprize dan soft drink.

Pembina FPS Kota Makassar, Mukhtar Tahir menyampaikan, jika launching donasi sosial ini membuka ruang bagi para donasi di mana pun berada untuk membantu para PMKS. “Mereka akan menjadi sasaran bantuan dari donasi sosial ini. Semua akan dikelola secara transparan tentunya dengan tujuan membantu sesama manusia,” kata Utta.

Yang menjadi sasaran dalam donasi sosial ini, kata Utta sapaannya, adalah anak balita terlantar, anak terlantar, anak jalanan, wanita rawan sosial ekonomi, korban tindak kekerasan, lanjut usia terlantar, penyandang cacat, tuna susila, pengemis, gelandangan, bekas warga binaan lembaga kemasyarakatan (BWBLK), korban penyalahgunaan napza, keluarga fakir miskin, keluarga berumah tak layak huni, keluarga bermasalah sosial psikologis, komunitas adat terpencil, korban bencana alam, korban bencana sosial atau pengungsi, pekerja migran bermasalah sosial, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan keluarga rentana.

 

Enk*

Bagikan:

Komentar Anda