EDfow.com – Hamil atau mengandung bayi bagi pasangan suami istri adalah keinginan bersama, namun ada baiknya memperhatikan umur si ibu.

Pasalnya, jika perempuan hamil di bawah usia 20 tahun ada beberapa resiko yang harus dihadapi.

Hal tersebut dibeberkan Sekretaris Jurusan Kebidanan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI), Suchi Afnalurini Shariff S.Si.T, SKM. M.Keb, Jumat (18/8/2017).

Menurut Suchi, resiko yang akan dihadapi ibu hamil umur di bawah 20 tahun yakni proses persalinanya yang sulit.

“Hal tersebut disebabkan kondisi panggul dan organ reproduksi belum berkembang secara optimal. Hal ini ditambah dengan kondisi mental yang belum matang, inilah yang mempersulit persalinan,” jelasnya.

Selanjutnya, jelas Suchi, resiko kedua bayi bisa lahir prematur dan mengalami berat badan lahir kurang. “Perempuan umur di bawah 20 tahun masih dalam pertumbuhan,” tambahnya.

Hamil di bawah usia 20 tahun akan meningkatkan potensi Anemia bagi ibu hamil. “Anemia adalah kondisi ibu dengan kadar Hb dalam darah kurang dari 12 gr%, normalnya Hb pada ibu hamil tidak kurang dari 11gr%,” ujarnya.

Resiko yang paling bahaya katanya, bisa terjadi keguguran kandungan pada ibu hamil. “Kondisi organ reproduksi yang sementara masih dalam proses perkembangan sehingga belum matang sempurna,” terangnya.

Idealnya, ujar Suchi, ibu hamil saat berumur di atas 20 tahun dan tidak lewat 30 tahun. ” Di umur itu semua organ sudah normal dan siap mengandung,” pungkasnya.

 

 

Bagikan:

Komentar Anda