EDfow.com – Hari ini, ratusan orang berbondong-bondong mendatangi Kantor Cabang Bank Mandiri di beberapa kota yang ada di Sulawesi Selatan. Dikarenakan warga ingin mencairkan Voucher Human Obligasi (VM1), yang diberikan UN Swissondo. Dengan itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa warga perlu waspada terkait adanya pembagian Voucher tersebut.

“Kami sampaikan kembali, bahwa OJK melalui siaran pers pada 30 Agustus 2016, serta Satgas Waspada Investasi melalui siaran pers pada taggal 23 Maret 2017 telah meminta masyarakat untuk mewaspadai iperasional UN Swissindo dengan berbagai modus pengumpulan dana masyarakat,” ungkap Bambang Kiswono, Kepala OJK Sulamapua, di Ruang Phinis, Lt 1 Kantor OJK Regional 6 Sulawesi, Jalan Sultan Hasanuddin, Ju’at (18/8/2017).

Lanjutnya, beberapa upaya telah dilakukan pihak OJK untuk mensosialisasikan, namun gerakan UN Swissindo secara nasional cukup massif.

Ini merupakan modus kedua yang dilakukan, dimana modus pertama pihak UN Swissindo menyampaikan agar warga tidak usah membayar kredit/utang warga kepada pihak bank. Dikarenakan telah dibayarkan oleh negara melalui anggaran SBI.

Warga yang diberikan voucher tersebut, diimingi uang senilai 1.200 dollar atau 15.600.000 rupiah. Dengan syarat membuat rekening bank mandiri, yang nantinya akan ditransfer melalui rekening tersebut.

Ditemui ditempat yang sama, Regional Operation Head Mandiri Regional 10 Tonggo Marbun melalui pengumuman No. CEO/CSC/013/P/VIII/2017 menyatakan bahwa tidak pernah bekerjasama dengan organisasi yang mengaku bernama UN Swissindo. Sehingga Bank Mandiri tidak bertanggungjawab atas segala resiko dari informasi yang beredar termasuk tentang pendaftaran Voucher Human Obligation (VM1) di kantor bank mandiri.

Kalau dari warga yang datang, sebagain besar bukanlah nasabah bank mandiri. Mereka adalah orang yang datang ingin membuat rekening. Sekitar 200 orang di Sulawesi Selatan yang telah mendatangi bank mandiri. Sementara untuk diluar Kota Mkassar, seperti gorontalo sudah sampai sekitar 400-500 orang.

“Kami punya SOP bahwa setiap penerbitan rekening apa tujuan menerbitkan buku rekening, dari situlah kami ketahui. Hari ini sudah sekitar 100 orang warga yang datang ke Kantor Mandiri di makassar, kebanyakan dari mereka itu ibu-ibu. Di Pinrang juga sudah sekitar 100 orang,” bebernya.

Sejauh ini, Pihak Bank Mandiri, OJK dan Bank Indonesia telah melakukan kerjasama dengan pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk memberantas beredarnya Swissindo diseluruh daerah.

 

AIN*

Bagikan:

Komentar Anda