EDfow.com – Seiring meningkatnya aktifitas bertani Warga dewasa ini yang tidak hanya di desa, namun juga di lingkungan perkotaan seperti di kota Makassar, tentu juga akan meningkatkan  permintaan suber penunjang perawatan tanaman tersebut.

Makassar yang saat ini mengembangkan Program Badan Usaha Lorong  (BULo) maupun Lorong Garden (Longgar),  tentu akan menjadikan permintaan pasokan pupuk ikut meningkat. Kualitas dan harga tentu juga menjadi pertimbangan warga Lorong yang membudidayakan berbagai jenis tanaman dilingkungannya. Dimana gejolak harga pupuk juga menjadi pertimbangan dalam menjaga kestabilan pemeliharaan tanaman dilingkungan perkotaan.

Bagi para warga yang menjadi pelaku aktifitas tani di Lorong ataupun Kelompok Tani Lorong (Poktanrong), tidak perlu risau pada sekelumit persoalan tersebut. Karena Warga RW 10 di Kelurahan Mapala telah mampu membuat Pupuk penunjang tanaman dari bahan Organik (alami).

Zainuddin Ketua RW 10 yang ditemui di lokasi pengolahan dan pengemasan pupuk ini, di RW 10 Kelurahan Mappala, Kecamatan Rappocini mengungkapkan bahwa, Pupuk organik milik RW 10 ini telah berjalan hampir setahun dan telah dinikmati tidak hanya warga di RW 10,melainkan warga di sekitarannya pula.

“Ini semua atas motivasi pak camat, supaya ada juga di Kelurahan Mappala dibentuk pembuatan pupuk organik, jadi saya beserta warga membuat ini,” ungkap Zainuddin sambil menunjukkan proses pengemasannya, Minggu (20/8/2017).

Lebih jauh Zainuddin menerangkan, pembuatan pupuk organik dari sampah atau Limbah rumah tangga ini memerlukan  4 kali proses hingga menjadi pupuk. Produk Pupuk yang diberi nama Kompos MABES ini pun Sudah di gunakan bukan hanya pada tanaman cabai (BULo) tapi semua tanaman yang ada di lingkungan sekitar RW 10.

Pembuatannya pun tegantung dari kesediaan waktu luang dari para warga. “kan kita juga nda ada aktifitas,dari pada tinggal tidur, lebih baik ke sini, kerja sambil punya aktifias begitu,” ucap Rafidah salah satu warga yang tengah mengemas pupuk organik merk Kompos MABES.

Sementara itu, untuk harga pupuk organik merk Kompos MABES ini dibaderol hanya dengan harga 5 ribu rupian perkemasannya (1 kilogeram), harga yang terbilang murah jika dibandingkan dengan pupuk lainnya yang beredar dipasaran dengan kualitas yang sama. “karena ini dari rakyat dan untuk rakyat, jadi hargannya dijamin murah 5  ribu rupiah untuk kualitas dengan pasar dan dijamin 100% kualitas terbaik, karena bahan-bahan yang digunakan murni sampah rumahan masyarakat dan sampah kumpulan petugas,” lanjut Zainuddin.

Zainuddin pun mengharapkan, apa yang dibangun ini bisa bermanfaat untuk warga sekitar.  “terkhusus anak muda yang belum pi ada kerjannya, semoga ini bisa menjadi lapangan pekerjaan. Dan pupuk organik ini bisa lebih besar dan luaski’ produksinnya, tutup Zainuddin penuh harap.

Diketahun pupuk kompos adalah salah satu pupuk organik buatan manusia yang dibuat dari proses pembusukan sisa-sisa bahan organik seperti tanaman maupun hewan. Proses pengomposan dapat berlangsung secara aerobik yaitu melibatkan oksigen dan anaerobik atau tanpa menggunakan osigen di dalam prosesnya. Proses dekomposisi atau penguraian inilah yang menjadikannya disebut sebagai pupuk kompos.

Bagi Warga seputar Kota Makassar dan sekitarnya maupun para penggiat tanaman lingkungan sekitar dan Poktanrong yang ingin mendapatkan pupuk dengan kualitas terbaik dengan harga terjangkau, tentu bisa langsung ke lokasi pengolahan pupuk di RW 10 di Kelurahan Mapala Kecamatan Rappocini.

*FJR

The post Butuh Pupuk dengan Kualitas Terbaik dan Harga Terjangkau? Kelurahan Mappala Punya Solusinya appeared first on EDfow.com.

Bagikan:

Komentar Anda