EDfow.com – Beberapa persiapan mulai dilakukan sebelum Festival Eight (F8), seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Kelurahan Daya yang mulai mempersiapkan diri untuk festival tersebut dengan membuat kerajinan tangan, yakni Lampion.

Lampion yang merupakan sejenis lampu itu biasanya dibuat dari kertas, lalu di dalamnya terdapat lilin. Pemakaian Lampion ini juga biasanya dipasang pada saat perayaan Imlek. Namun seiring berjalannya waktu, Lampion juga dipasang di beberapa perayaan lain. Sehingga, para pengrajin pun semakin kreatif hingga terbesit untuk membuat Lampion dari bahan kumuh yaitu sampah.

Salah satunya Lurah Daya Nuralam. A, SE, yang membuat kerajinan tangan seperti Lampion dengan menggunakan pencahayaan dari lampu listrik. Bahan yang digunakan merupakan kumpulan sampah gelas plastik air putih berukuran 200 ml dimana dikerjakan di Kantor Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Rabu (23/8/2017).

Sementara untuk pembuatannya, Nuralam menghadirkan narasumber atau pengajar dari pusat kerajinan daur ulang Antang, Ansar, untuk mengajarkan proses pembuatan Lampion tersebut. Kegiatan itu juga dihadiri oleh beberapa staf Kelurahan Daya dan Ketua RT Kelurahan Daya untuk turut membantu pembuatan.

“Ini Lampionnya nanti mau dipasang pada acara Festival Eight (F8) di Anjungan Losari.  Jadi satu kelurahan itu membuat 10 Lampion tanpa warna,” ungkapnya.

Ant*

The post Persiapan F8, Lurah Daya Buat Lampion dari Sampah appeared first on EDfow.com.

Bagikan:

Komentar Anda