EDfow.com – Berada di daerah iklim muson seperti Kota Makassar yang saat ini mulai memasuki musim pancaroba, yaitu di antara musim penghujan dan musim kemarau biasanya membuat tubuh kita lebih mudah terserang penyakit.

Hal itu karena terjadinya perubahan suhu dari musim kemarau ke musim hujan, begitupun sebaliknya. Dan perubahan suhu tersebut dapat menyebabkan sistem imunitas (daya tahan tubuh) menurun, akibatnya tubuh lebih gampang terserang penyakit.

Hal ini pun membuat Wakil Dekan I Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI), Dr. Muh. Ikhtiar S.Km., M.Kes mengingatkan kepada masyarakat Kota Makassar untuk menjaga kesehatan.

“Beberapa hari ini Makassar sudah mulai diguyur hujan serta peningkatan kelembapan udara. Jika hal ini tidak diantisipasi bisa mengganggu kesehatan,” ujar Dr. Muh. Ikhtiar, S.KM., M.Kes, saat ditemui di ruangannya, Kamis (24/8/2017).

Meyadari hal itu, alumni kesehatan masyarakat Unhas ini menyebutkn hal yang perlu dilakukan agar warga Kota Makassar terserang penyakit karena pengaruh cuaca tersebut.

“Kondisi kesehatan yang perlu dijaga dengan olahraga serta asupan gizi yang baik, karena asupan gizi yang buruk akan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Selanjutnya, istirahat yang cukup, agar tubuh kita bisa beristirahat sejenak setelah beraktifitas,” jelasnya.

“Tetap menjaga pola hidup dan rutinitas sehari-hari. Alarm biologis tubuh perlu diperhatikan seperti menjaga pola makan tiga kali sehari, konsumsi air mineral yang cukup, menghindari stres karena bisa memicu penurunan daya tahan tubuh,” lanjutnya.

Selain itu, Dr. Muh. Ikhtiar, S.KM., M.Kes mengingatkan untuk turut menjaga kondisi sanitasi lingkungan, pertukaran udara dalam ruangan dengan membuka jendela pagi hari dan mencegah gejala penyakit yang muncul dari tubuh kita.

“Menjaga kesehatan dan lingkungan dalam menghadapi musim pancaroba sangatlah penting. Kalau tidak diperhatikan akan menimbulkan berbagai macam penyakit seperti sistem pencernaan terganggu, penurunan imunitas dalam tubuh, flu, demam, asma dan demam berdarah,” tutup pria kelahiran Sinjai 6 Februari 1971 ini.

 

Ant*

Bagikan:

Komentar Anda