EDfow.com – Program Paten (Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan) seperti diatur dalam Permendagri No. 4 Tahun 2010 tentang Pedoman Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan, di mana seluruh kecamatan sudah harus menerapkan program tersebut pada tahun 2015. Hal ini agar terwujudnya pelayanan publik yang berkualitas (prima) menjadi salah satu ciri tata pemerintahan yang baik (good governance).

Sehubungan dengan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan, melalui Bagian Pemerintahan melakukan studi banding di Kecamatan yang ada di Makassar untuk penerapan program pemerintah pusat.

Kecamatan yang disambangi rombongan yang terdiri dari beberapa SKPD Pemkab Soppeng seperti PTSP, Bagian Hukum, Bagian Organisasi dengan leading sektor Bagian Pemerintahan yakni Panakkukang dan Rappocini.

Muh Evinuddin, Kabag Pemerintahan Pemkab Soppeng, saat studi banding di Kantor Camat Rappocini, Jalan Teduh Bersinar, mengatakan kegiatan ini dilakukan karena di kecamatan ini memiliki inovasi pelayanan publik yang baik.

“Di Rappocini sudah menerapkan Paten. Bahkan pelayanan di sini lebih canggih dengan berbasis teknologi. Saya rasa banyak pelajaran yang kami bisa ambil dengan menerapkan pelayanan yang prima sesuai kondisi kebutuhan daerah, khususnya di Soppeng,” kata Muh Evinuddin usai pertemuan dengan Camat Rappocini Hamri Haiya terkait inovasi pelayanan publik.

Dia berharap, ilmu yang diterima di Rappocini seperti yang disampaikan Camat Rappocini, Hamri Haiya, kepada peserta studi banding bisa memotivasi agar segera menerapkan di kecamatan-kecamatan di Soppeng. “Hasil ini akan kita sampaikan ke Pimpinan (Bupati) untuk segera merumuskan kebijakan melalui regulasi untuk penerapan pelayanan prima (paten),” ujarnya.

Sementara itu, Hamri Haiya menyampaikan bagaimana penerapan paten bagaimana pelayanan prima kepada masyarakat. “Kalau paten itu bagaimana pengurusan berkas selesai ke masyarakat. Namun sistem pelayanan yang kami terapkan di sini adalah kepuasan. Jadi kita naikkan great paten ini setingkat, yakni masyarakat puas,” ujarnya.

Apa itu, seperti inovasi motor pelayanan yang sudah ada di seluruh kelurahannya. Sehingga masyarakat dalam pengurusan berkas administrasi tidak lagi harus ke kantor, tapi cukup dijemput dan diantarkan.

“Alhamdulillah, saat ini tingkat kepuasan masyarakat itu banyak pada motor pelayanan. Karena, itu inovasi belum pernah ada. Ke depan kita akan kembangkan melalui launching inovasi berbasis teknologi. Jadi warga cukup masuk ke website kecamatan, lalu download blanko administrasi, lalu kirim via email dan kalau selesai diantarkan,” beber mantan Camat Mariso ini.

Di hadapan para tamu dari Pemkab Soppeng, Hamri Haiya menambahkan bahwa pada website kecamatan ini sudah dibuat dengan sistem dua arah.

“Masyarakat bisa live chatting, itu langsung masuk ke HP lurah. Jadi kami mau ubah paradigma birokrasi dari raja menjadi pelayan. Melalui sistem kami ini, menghilangkan monopoli birokrasi. Sehingga masyarakat punya pilihan pelayanan yang dibutuhkan,” paparnya.

Enk*

The post Pemkab Soppeng Belajar Paten di Rappocini, Camat Hamri: Kami Hilangkan Monopoli Birokrasi appeared first on EDfow.com.

Bagikan:

Komentar Anda