EDfow.com – Direktotat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) berhasil amankan 476 kilogram daging yang sudah tak layak konsumsi namun tetap diperjualbelikan. Sejumlah daging yang telah berada dalam keadaan busuk itu diamankan dari penjual di Pasar Pabaeng-baeng Makassar, Rabu (6/9/2017).

Daging busuk itu diamankan dari salah seorang penjual berinisial AP. Sekitar 176 kilogram diamankan di kios penjualan, sedangakan sekitar 300 kilogram lainnya diamankan di rumah pelaku.

“Jadi daging yang layak untuk dikonsumsi itu PH 5 sampai 6. Sedangkan daging yang ditemukan di TKP itu PH-nya 7,74 hampir 8, itu sangat tidak layak,” kata Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, saat Press Rilis di Mapolda Sulsel, Kamis, (7/9/2017).

Mantan Dir Sabhara Polda Kepri itu mengatakan, berdasarkan pengakuan pelaku, daging oplosan yang diketahui mayoritas daging kerbau yang berasal dari Toraja itu dijual kepada konsumen dengan harga Rp30 ribu hinga Rp60 ribu per kilogram.

“Daging ini dijual dengan harga sangat murah. Kalau daging yang segar, normal harganya minimal Rp95 ribu per kilogram. Jadi ini sangat menggiurkan orang (penjual) untuk mendapatkan keuntungan.

Dicky melanjutkan, saat ini pelaku AP masih menjalani pemeriksaan intensif. Ia menambahkan, akibat dari perbuatannya, pelaku akan dijerat UU Nomor 8 Tahun 1998 tentang Perlindungan Konsumen, serta UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

“Dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak 2 miliar,” ungkapnya.

 

RSM*

Bagikan:

Komentar Anda