EDfow.com – Mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan (Sulsel), Zilkifli Gani Ottoh angkat bicara terkait status tersangkanya dalam kasus penyewaan Gedung PWI Sulsel. Ia menjelaskan awal masalah penyewaan Gedung PWI tersebut.

“Tahun 1995 Pansus dan hasil rapat paripurna yg di SK-kan DPRD. Menjelaskan
bahwa pada tahun 1968 PWI mentake over / ganti rugi gedung bernama Gelora Pantai di Jl. Penghibur No. 1 Makassar sebesar Rp. 5 juta Kepada BPD SS,” tulis Zulkifli dalam pesan Whatssapp, Selasa (12/09/2017) malam.

Saat hal tersebut disetujui Gubernur SUlsel, dengan meng-SK-kan, sejak itu berubah nama menjadi Balai Wartawan PWI Sulsel. Kemudiam pada tahun1997 Guburner saat itu, H Zaenal Basri Palaguna meng SK kan tukar menukar atau ruislag gedung tersebut.

“Dengan Gedung Baru di Jl. AP. Pettarani No.31 Makassar yang sekarang bernama Gedung PWI Sulse, untuk digunakan dan dimanfaatkan oleh pengurus PWI Sulsel tanpa batas waktu,” jelasnya.

Kemudian lanjut Zugito, pada tahun 2003, Gubernur mengizinkan/menyetujui pembagunan wisma/diklat dengan dana PWI Sulsel sendiri. Tahun 2011 Gubernur kembali menyetujui dan mengizinkan PWI Sulsel membangun Masjid dengan biaya sendiri.

Tahun 2015, Gubenur Syahrul Yasin Limpo menerbitkan SK memperpanjang status pinjam pakai kepada PWI Sulsel. Istilah pinjam pakai ini tidak diterima pengurus PWI Sulsel. “Karena mengubah status dari SK Gub Palaguna, yaitu menyerahkan untuk digunakan dan dimanfaatkan PWI Sulsel tanpa batas waktu,” ungkap Zugito.

Dalam SK nya Syahrul, juga tidak menyebutkan adanya pembebanan dan mengharuskan PWI Sulsel membayar uang sewa. Dan tidak ada larangan mempersewakan ruang press club.

Pada tahun 2015 kata dia, ada oknum mantan pengurus yang tidak terakomodir dalam pengurus baru, melapor ke Polisi bahwa mantan ketua melanggar pidana menyewakan aset Pemprov. “Anehnya pihak Polda menindaklanjuti,” ujarnya.

Menurut Zulkifli, penetapan dirinya sebagai tersangka aneh. “Mengapa saya pribadi yang ditersangkakan, sedangkan semua ini saya lakukan sebagai Pengurus bukan pribadi,”

menurut dia, Semua aktivitas pengurus 2010-2015 telah dipertangungjawabkan dalam konfrensi PWI tahun 2015 dan diterima mutlaj oleh seluruh anggota dan dinyatakan pengurus 2010-2015 demisioner. “Mengapa Polda pilih kasih, sedangkan pengurus sekarang pun meneruskan hal yang sama,” tuturnya.

selain itu, pada 2017 Ketua DPRD Sulsel, telah menyurati Gubenur Syahrul, meminta penegasan status lahan dan gedung PWI Sulsel yang telah disetujui mendagri, DPRD Sulsel dan Gubernur Palaguna. “Hingga hr ini belum ada Jawaban dari Gubernur (SYL),” tutupnya

RSM

The post Ditetapkan Sebagai Tersangka, Ini Curhat Zugito appeared first on EDfow.com.

Bagikan:

Komentar Anda