EDfow.com –  Pemerintah Kota Makassar (Pemkot) melalui Badan Perencanaan pembangunan daerah (Bappeda) melaksanakan kegiatan ⁠⁠⁠Lokakarya Kota Tanpa Kumuh ( Kotaku) untuk “Penyepakatan Memorandum Program Penanganan Kumuh Kota Makassar” di Hotel Horison, Jalan Jendral Sudirman, Senin (18/09/2017).

Asisten II Ir. H. Kusayyeng M.Si saat membacakan sambutan Wali Kota Makassar mengatakan, seiring perkembangan wilayah perkotaan yang diikuti pula pertumbuhan penduduk yang meningkat sangat berdampak pula pada pembangunan sebuah wilayah.

“Kuatnya pengaruh itu jelas mempengaruhi intensitas penduduk yang begitu pesatnya dan berakibat maraknya terjadi urbanisasi antarpemukiman di suatu wilayah perkotaan,” ucap Asisten II Ir. H. Kusayyeng M.Si di hadapan peserta Lokakarya.

Ia juga menambahkan bahwa temu ini dilaksanakan untuk mencapai dan mewujudkan lingkungan atau pemukiman hunian yang layak, sehat, aman, serasi dan teratur. Selain itu, seiring dengan hal tersebut, kebutuhan akan penyediaan sarana dan prasarana di lingkungan pemukimam juga ikut meningkat.

Diketahui jumlah kawasan kumuh di Kota Makassar sebanyak 673 Ha dan terbagi dalam 3 kategori yang meliputi, kumuh berat, kumuh sedang dan kumuh ringan dan hasil riset dari perkembangan penelitian, sebanyak 36 kelurahan dengan kategori kumuh berat, 50 kelurahan kumuh sedang dan 17 kelurahan dengan kategori kumuh ringan .

Lanjutnya, Kota Makassar saat ini sudah mengalami perkembangan pemukiman yang sangat cepat dan pesat, “Marilah kita bersama mewujudkan strategi penanganan dan pengurangan luasan kawasan pemukiman kumuh, makin meningkatkan kualitas pemukimannya dengan memugar atau peremajaan sesuai syarat hunian yang layak sesuai UUD Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan dan Kawasan Pemukiman”.

Semua ini sudah menjadi skala prioritas strategi nasional Bidang Cipta Karya yang tertuang dalam RPJM tahun 2015-2019 bahwa 0% pemukiman kumuh ini di tahun 2019. Olehnya, ia mengajak agar bersama-sama menkoordinasikan antarsektor dengan integrasi program kegiatan berbasis kawasan berkelanjutan agar terwujud lingkungan hunian yang layak, aman, sehat dan teratur.

“Hal yang paling mendasar adalah bagaimana kita bisa meletakkan partisipasi masyarakat,kelompok kelompok kerja ( pokja) BKM/LKM di basis kecamatan dan Kelurahan. Mereka inilah semua Kunci suksesnya pelaksanaan kegiatan di lokasi sasaran dalam merubah prilaku dan budaya masyarakat di kawasan kumuh,” pungkasnya.

LUK*

The post ⁠⁠⁠Pemkot Makassar Melaui Bappeda Gelar Lokakarya Kota Tanpa Kumuh appeared first on EDfow.com.

Bagikan:

Komentar Anda