EDfow.com – Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Selatan dan KPPBC TMP B Makassar berhasil menemukan kerugian negara senilai Rp10,47 miliar dari hasil tangkapan rokok ilegal dan minuman keras (Miras) pada akhir 2016 sampai pertengahan 2017.

Kepala Kanwil Bea Cukai Sulawesi, Untung Basuki mengatakan barang ilegal ini didapatkan di pintu masuk baik di pelabuhan laut, bandara serta barang yang sudah berada di pasaran di wilayah Sulsel dan Sulbar.

Sementara, barang ilegal yang dimusnahkan hari ini merupakan hasil pada akhir 2016 dan awal 2017, yakni 13 juta batang rokok ilegal dengan nilai barang sebesar Rp8,48 miliar, dengan kerugian negara yang dicegah sebesar Rp4,34 miliar dan 225 botol minuman keras ilegal di Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Selatan, Jalan Satando, Selasa (19/9/2017).

“Kanwil Bea Cukai Sulawesi dari tahun ke tahun senantiasa melakukan peningkatan pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal di wilayah Pulau Sulawesi, sampai dengan pertengahan tahun 2017 telah dilakukan penindakan terhadap rokok ilegal dengan jumlah barang sebanyak 31,5 juta batang, nilai barang Rp18,23 miliar dan kerugian negara yang berhasil diselamatkan Rp10,47 miliar,” ungkapnya.

Untung Basuki menambahkan bahwa pelanggaran yang paling dominan ditemukan pada tahun 2017 adalah rokok yang tidak dilekatkan pita Bea Cukai dan dilekatkan pita Bea Cukai palsu yang kebanyakan berasal dari pulau Jawa.

Pengawasan terhadap rokok dan minuman ilegal ini tentunya selaras dengan program pemerintah untuk memberikan perlindungan ke masyarakat terhadap barang-barang berbahaya dan tentunya pengawasan ini akan berdampak pada peningkatan penerimaan negara khususnya di bidang Bea Cukai.

“Kanwil Bea Cukai Sulawesi juga sampai pertengahan September 2017 ini telah berhasil melakukan penindakan di bidang kepabean dengan nilai mencapai Rp39,6 miliar dengan mengamankan barang bukti yakni, Amonium Nitrat dengan jumlah 62.500 kg, rotan dengan jumlah 3.798 bundle, pakaian bekas dengan jumlah 1.575 bal dan barang-barang kertas lainnya di bandara dan kantor pos dengan jumlah 50 paket,” tandas Untung Basuki.

 

NCL*

Bagikan:

Komentar Anda