EDfow.com – Perempuan paruh baya itu kini sudah bisa ngobrol. Ia tak perlu lagi terganggu selang infus yang melilit di pergelangan tangannya. Kondisi perempuan paruh baya itu terlihat jauh lebih baik ketimbang saat dirawat di rumah sakit beberapa waktu yang lalu.

Saat ditemui di rumahnya Jalan Baji Passere, lorong 8 hari ini, Jumat (29/09/2017), ia sudah lancar berbicara. Dari dalam kamar sempit miliknya, ia mengucapkan balasan salam beserta senyum kepada Lurah Sambung Jawa, Andi Irdan Pandita yang menjenguknya.

Meski belum bisa beraktifitas seperti biasanya, nenek Djumatia yang semasa sehat bekerja sebagai buruh harian lepas itu nampak lebih sehat. Sambil berbaring di ranjangnya, ia menjawab beberapa pertanyaan Andi Irdan dengan lancar.

“Alhamdulillah nak baik-baikma ini, sakitnya juga tidak kayak dulumi. Memang kadang-kadang masih datang sakitnya, tapi tidak terlalu sakitmi kurasa,” kata Nenek kelahiran 1957 itu menjawab pertanyaan Andi Irdan.

Kondisi nenek Djumatia pernah sangat mencemaskan. Saat itu, ia harus menahan sakit Tipes yang ia derita tanpa perawatan medis. Kondisi ekonomi yang memaksanya harus rela hanya tidur di rumah merasakan derita akibat sakitnya.

“Waktu pertama kali saya lihat kondisinya, lemas sekalimi kuliat, tidak bisami bicara. Beliau hanya bisa zikir. Pokoknya mencemaskan sekali kondisinya,” tutur Andi Irdan menceritakan kondisi nenek itu saat mendatangi rumahnya.

Saat itu nenek Djumatia sudah berhari-hari hanya mampu meringkuk di ranjang. Andi Irdan pun kemudian menghubungi Home Care Dottoro’ta. Setelah diperiksa tim Home Care, Nenek Djumatia dibawa ke rumah sakit.

Tim menyarankan agar nenek itu mendapatkan perawatan medis yang intensif. Home Care pun membawa nenek itu ke Rumah Sakit Haji Makassar.

Sesampainya di rumah sakit, masalah baru pun muncul, ibu empat orang anak itu ternyata tak memiliki satu pun jenis jaminan kesehatan. Jadilah dia dirawat dengan jalur umum. Lurah yang baik itu yang menanggung biaya yang terbilang besar itu.

Selalu saja ada orang-orang baik dan peduli di sekeliling kita. Setelah dua hari dirawat di rumah sakit, tepatnya Jumat (15/09/2017), bantuan pun datang menghampiri nenek Djumatia, mulai dari Camat Mamajang, Faddly Wellang dan Kadis Sosial Kota Makassar.

Santunan ongkos perawatan jalur umum dan bantuan pembuatan kartu jaminan kesehatan, BPJS ia dapatkan hari itu. Selang beberapa hari nenek Djumatia sudah bisa direkomendasikan untuk rawat jalan.

Sore ini, di rumahnya yang berada di lorong sempit, nenek Djumatia sudah tampak lebih sehat.

“Sudah bisami itu duduk-duduk Pak. Senin kemarin saya bawaki kontrol, dokter bilang normalmi darahnya 140. Dulu waktunya sakit 375,” ungkap Sidar anak kedua Nenek Djumatia.

RSM*

The post “Dokter Bilang Kondisi Nenek Djumatia Sudah Normal” appeared first on EDfow.com.

Bagikan:

Komentar Anda