EDfow.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar bersama Panitia Khusus (Pansus) Pajak Daerah Dewan Perwakilan Pajak Daerah (DPRD) Kota Makassar membahas mengenai rencana penurunan beberapa pajak, seperti halnya pajak hiburan.

Ditemui setelah menghadiri dapat yang dilaksanakan Pansus Pajak Daerah DPRD Kota Makassar, Kepala Bapenda Kota Makassar Irwan Adnan menuturkan bahwa pihaknya merasa bahwa tempat spa tidak seharusnya dimasukkan kedalam pembayar pajak hiburan.

Karena menurutnya, spa merupakan tempat kebugaran. Sehingga perlu pembahasan lebih lanjut untuk mengklasifikasikan kembali mana yang dimaksud sebagai tempat hiburan.

“Termasuk spa, memang tidak rasional sekali. Karena kan fungsinya untuk kebugaran, bukan untuk hiburan. Kebugaran itu tergantung personnya, dan ini harus kita sesuaikan. Bayangkan kalau mereka harus bayar 50 persen misalnya. Kemudian yang dia suguhkan hanya untuk kebugaran, dan kesehatan,” tuturnya, Selasa (03/10/2017).

Lanjutnya, sehingga pada rapat Pansus Pajak Daerah selanjutnya pihaknya akan membahas mengenai beberapa bidang yang mendukung meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar. Seperti halnya pajak Event Organizer.

Bukan menurunkan pajak hiburan untuk tempat hiburan yang menuju kehal-hal yang negatif.

“Sekarang dimakassar tidak sering dilakukan pagelaran-pagelaran seni. Karena mereka harus membayar pajak tinggi, sehingga didaerah-daerah lain itu jauh lebih rendah. Ini juga baru kita ajukan dan nantinya akan kita kajian,” tuturnya.

Rencananya, Bapenda akan menurunkan pajak hiburan dari 5-20 persen. Dikarenakan, banyaknya perusahaan yang dirugikan.

Diketahui, untuk pajak hiburan paling tinggi 35 persen. Namun, untuk pajak hiburan berupa pagelaran seni, kontes kecantikan, diskotik, karaoke, klub malam, permainan ketangkasan, panti pijat, dan mandi uap/spa tarif ditetapkan paling tinggi 75 persen.


Bagikan:

Komentar Anda