EDfow.com – Untuk menekan angka meningkatnya penderita HIV dan AIDS di Kota Makassar yang kian tahun meningkat signifikan. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Makassar kembali mengadakan Pelatihan HIV dan AIDS bersama para Jurnalis dari beragam media di Hotel Jolin, Kamis (4/10/2017).

Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal atau yang akrab disapa Deng Ical mengungkapkan angka kasus HIV/ AIDS Kota Makassar kian tahun meningkat signifikan terbukti sejak tahun 2005 jumlah penderita HIV dan AIDS mencapai 6.760 orang dan saat ini angka penderita HIV dan AIDS telah menembus angka 9.302 orang.

“Kita saat ini ada pada angka kasus HIV / AIDS 9.302 orang HIV / AIDS sampai pada Juni 2017 lalu,” Ungkap Deng Ical Wakil Wali Kota Makassar. Lebih lanjut, Deng Ical menegaskan bahwa HIV / AIDS jauh lebih berbahaya daripada penyakit lain bahkan lebih kejam daripada teroris.

“HIV AIDS lebih berbaya daripada penyakit lainnya bahkan lebih menyeramkan daripada teroris. Kenapa? Karena HIV dan AIDS tidak bisa ukur secara konkrit, kerusakannya hingga berujung pada kematian. Dan melaui HIV dan AIDS serta Narkobalah kehidupan berbangsa terdegradasi,” tegasnya.

Menurut Deng Ical seluruh pihak harus bertanggung jawab dalam penanggulangan HIV / AIDS tidak cukup hanya satu orang. Khususnya Jurnalis yang memiliki peran besar dalam mengubah stigma masyarakat terhadap HIV/ AIDS.

“Untuk menanggulangi kasus ini tidak bisa hanya saya sendiri. Kita boleh berbeda dalam profesi, tapi sebenarnya kita punya tujuan yang sama, khususnya teman-teman wartawan sebagai orang yang dengan cepat dapat menyebarluaskan informasi maka saya berharap para wartawan bisa menyampaikan informasi baik kepada masyarakat, ” tuturnya.

Selain itu, Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kota Makassar, dr. Hadarati Razak menuturkan “Ketidaktahuan terhadap HIV / AIDS seringkali membuat kita melakukan stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV dan AIDS atau ODHA . Sehingga kerap membuat masyarakat mendiskriminasi para penderita ODHA,” Tuturnya.

Lebih jelas, ia menjelaskan bahwa penyebaran atau penularan virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) atau virus yang menyerang kekebalan tubuh hanya akan menular melalui hubungan seksual akibat kerap berganti pasangan, kontak darah dan dari ibu ke anak melaui air susu.

Sehingga ia menekankan agar jika ada ibu hamil sebaiknya memeriksakan diri ke Rumah Sakit, hal ini tentu saja untuk mengetahui kondisi ibu. Sehingga jika terindikasi virus HIV maka dengan pengobatan secara intensif anak dapat diselamatkan dari virus menyeramkan tersebut.

Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari berturut-turut mulai hari ini sampai 6 Oktober besok.

ASM*

 

Bagikan:

Komentar Anda