EDfow.com – Wakil Wali kota Makassar, Dr. Syamsu Rizal MI mengatakan kekuatan Makassar terdapat pada budaya lokal sipakatau, sipakalebbi dan sipakainge.

Sehingga kata pria dengan sebutan Sombere’na Makassar ini, jika budaya tersebut tidak ada lagi dalam diri kita, maka sudah pasti akan membuat Makassar kehilangan jati diri.

“Karena dahulu itu Makassar dikenal sebagai kota serambi Madinah, bukan karena banyak masjid dan pesantrennya tetapi karena memang kultur agama Islam dan budayanya yang menjadi penopang Makassar, sehingga harus dijaga dengan baik,” kata Deng Ical saat membuka perlombaan Tadarus dan Kasidah tingkat Kecamatan Tallo, Kelurahan Rappokalling,  Senin (9/10/2017).

Pria berlatar pendidikan kebijakan publik ini mengungkapkan, tingginya partisipasi masyarakat dalam membangun dan memakmurkan masjid, yang juga berfungsi sebagai tameng ketahanan sosial di Kota Makassar.

“Dari jumlah 1.712 masjid yang ada di Kota Makassar, hingga kini tidak ada satu pun masjid yang dibangun 100 persen oleh pemerintah, tapi semuanya dibangun karena swadaya masyarakat. Dan hal ini sangat disyukuri karena menjadi salah satu indikator masih tingginya tingkat saling peduli,” ujarnya.

Untuk tetap mempertahankan ketahanan sosial, masjid menjadi salah satu tempat bagi masyarakat Makassar. Jika melihat tingkat kesenjangan sosial yang memasuki rasio 0,42 persen.

“Keberadaan dan kemakmuran Masjid diharapkan mampu menjadi salah satu alternatif memperkuat ketahanan sosial,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Panitia, Hj Mahdam mengatakan bahwa tujuan dari perlombaan ini ialah menanamkan pribadi Qur’ani pada diri anak-anak untuk menuju generasi masa depan.

FAJ*

The post Deng Ical Sebut Kekuatan Makassar Ada Pada Budaya Lokalnya appeared first on EDfow.com.

Powered by EDfow.com

Bagikan:

Komentar Anda