EDfow.com – Front Pembela Islam (FPI) Sulsel mengecam baliho Toyota yang perpasang di sejumlah ruas jalan, termasuk di Jalan Sultan Alauddin.

Juru Bicara FPI Sulsel, Muhammad Abd. Rahman menyatakan tidak segan-segan akan menggelar aksi demonstrasi di kantor perusahaan distributor kendaraan roda empat tersebut.

“Kita mengecam dan segera ada melakukan tindakan. Kami akan sikapi, kalau Pemkot segan ke Toyota, kami akan demo Toyota dan Bapenda. Kami total,” ketusnya, Minggu (29/10/2017).

Menurut dia, apa yang dipertontonkan baliho iklan film yang disponsori Toyota menunjukkan sikap amoral karena menampilkan generasi muda saling berdekatan bukan muhrim. Bahkan nampak gambar pelajar tersebut berpangkuan hampir berciuman.

Menindaki hal tersebut, sebagai langkah awal penindakan FPI telah melayangkan nota keberatan ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Makassar.

“Pertama kami sangat menyayangkan Pemerintah Kota melalui Bapenda itu tidak melakukan ethos program tentang gerakan Jagai Anakta’, itu kan kontradiktif ki,” tandasnya.

Dia pun menegaskan agar Bapenda menurunkan seluruh baliho tidak hanya di Jalan Sultan Alauddin. Kuat dugaan, baliho tersebut juga terpasang di Jalan Perintis Kemerdekaan dan Dr Sam Ratulangi.

FPI pun, lanjut Rahman, mengirim intelejennya untuk menelusuri alur film tersebut. Jika ditemukan ada tontonan amoral maka FPI juga akan bertinda tegas.

“FPI tidak akan diam, kita tabayyun ke Perintis dan mau cek di Ratulangi, dan mengecek ke filmnya. Atas temuan ini, Rahman berharap kepada Bapenda untuk melakukan filterisasi sebelum menaikkan baliho.

“Saya garis bawahi bahwa walaupun dari Toyota yang notabene di bawah naungan siapapun dia, kami tetap sikapi. Sepadan dengan Bapenda, iklan tidak ada lagi sortir apalagi sudah program jihad Jagai Anakta’. Dalam konteks begini sudah pelanggaran, jangan sampai ada bahasa toleransi. Jangan atas nama retribusi yang haram dihalalkan,” pungkasnya.

 

LUK

Bagikan:

Komentar Anda