EDfow.com – Untuk mengetahui gambaran umum tentang Perkembangan Perubahan APBD Tahun 2017 bersama 15 Kecamatan dan 3 Perusahaan Daerah kota Makassar, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Makassar kembali melanjutkan rapat lanjutan.

Dilansir dari situs web resmi DPRD Kota Makassar, Sabtu (14/10/2017) lalu, rapat Badan Anggaran tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua III DPRD Makassar, Indira Mulyasari Paramastuti.

Diketahui, rapat tersebut juga dihadiri Asisten II kota Makassar, H. Kusaiyyeng dan beberapa Anggota Badan Anggaran DPRD Makassar.

Yang menjadi fokus pembahasan pada rapat tersebut yaitu terkait program smart Parking yang mulai diterapkan oleh Perusahaan Daerah (PD) kota Makassar.

Salah satu Anggota Badan Anggaran DPRD Makassar, Syamsudin Kadir (F-Golkar) mengatakan bahwa program tersebut dianggap berpotensi hilangnya mata pencaharian para Jukir.

Sementara, Diektur Utama PD. Parkir, Irianto Ahmad justru membantah penyataan tersebut. Menurutnya, sistem online yang diterapkan PD. Parkir sudah dikaji sebelumnya.

“Berpuluh-puluh tahun kebiasaan para juru parkir sering mengambil uang retribusi parkir tanpa memberikan bukti yang sah (karcis), sehingga PD. Parkir pada tahun 2017 mencoba menerapkan Parkir Online,” kata Irianto

“Dalam kajian kami dengan parkir online kita bisa mengetahui lebih jelas setiap transaksi dengan cepat dan tepat setiap adanya transaksi dan kita sudah sosialisasi di kecamatan Ujung Pandang dengan para Jukir, mengenai Aspirasi Sarikat Juru Parkir Makassar kami PD. Parkir siap untuk di pertemukan dalam Rapat Dengar Pendapat mengenai Parkir Online,” Pungkasnya

 

AND

Bagikan:

Komentar Anda