EDfow.com – Sangat senang, jika anak kita dapat berbicara dengan lebih cepat dengan baik dan benar. Stimulasi penting untuk anak. Nah, agar anak dapat cepat berbicara dengan lancar, berikut pemaparannya yang dikutip dari HaiBunda.com, Selasa (07/11/2017).

1. Jelaskan Sesuatu dengan Detail

Kunci utama agar anak dapat berbicara, adalah menjelaskan segala sesuatu dengan baik dan detail. Sebisa mungkin menjelaskan apa saja perkataan atau arti yang disampaikan ke anak. Dan jangan salah, memberi penjelasan kepada anak itu tidak akan sia-sia, walau banyak berbicara ke anak itu terkadang melelahkan. Coba menjelaskan pula hal yang menjadi kegemarannya.

2. Bacakan Cerita

Membacakan sebuah cerita membuat imajinasi anak akan bekerja. Tidak perlu cerita yang terlalu panjang, cukup cerita yang mudah dan baiknya dilengkapi dengan gambar. Carilah sebuah cerita yang membawa kita dan anak dapat melakukan interaksi, seperti cerita yang saling bertanya atau menirukan suara.

3. Ajukan Beberapa Pertanyaan

Ajukan pertanyaan jika anak belum bisa membalas obrolan atau berbicara. Tujuannya agar anak dapat berfikir menyusun jawabannya. Namun, jika anak belum bisa menjawab, kita yang menjawab pertanyaan tersebut. Jika kita nggak pernah mengajukan pertanyaan ke anak, mereka nggak punya kesempatan untuk menceritakan sesuatu. Padahal, membiasakan anak bercerita walaupun omongannya belum jelas bisa jadi salah satu cara melatih kemampuan bicaranya.

4. Selalu Positif

Selalu berfikir positif dalam menghadapi anak, anak yang belum bisa berbicara. ceritakan mereka hal-hal yang menyenangkan, jika mulai berbicara sedikit coba pancing dan menanggapinya dengan cara yang positif.

5. Hindari Baby Talk

Kebiasaan anak akan menyebutkan sesuatu dengan bahasanya sendiri. seperti saat melihat kucing dan menyebutnya dengan meong, sapi dengan moo. Baiknya mulai dikenalkan nama dari binatang tersbut secara langsung agar anak bisa langsung mengetahui nama binatang tersebut.

6. Beri gestur dan dengarkan anak

Bahasa tubuh sering digunakan oleh anak, saat berinteraksi bersama kita. Jangan sungkan untuk memberikan gestur jika itu diperlukan.

Selalu bersikap baik dan sabar dalam menjaga anak, karena anak masih butuh perhatian dan pembelajaran dalam kehidupan sehari-harinya.

Bagikan:

Komentar Anda