EDfow.com – Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI
melaksanakan Outlook Persaingan Usaha 2018 di Koffiehuis, Pasar Segar, Minggu (26/11/2017).
 
KPPU banyak menangani persoalan tender Pembangunan Minyak dilepas pantai dan juga kasus terkait tender kelistrikan
 
Sektor-sektor yang dimonopoli oleh negara dan swasta yang di priositaskan oleh KPPU, dan perlunya kami awasi adanya praktek monopoli. 
 
Ketua KPPU RI, Syarkawi mengatakan sejak berada di KPPU di 3 tahun ini pihaknya membuat penajanam dan fokus kepada pangan dan pertanian yang memiliki dampak pada masyarakat kecil, melihat adanya kelompok-kelompok atau oknum-oknum yang memainkan kelangkaan harga pangan hingga 3 bulan ini.
 
Ada 11 komunitas yang kami awasi kami fokus di 6 provinsi yakni, Sulsel, Jatim , Jateng , Jabar, Palembang, dan Medan, total produksi nasional 60 persen, dan kami fokus pada 6 daerah provinsi ini, adanya ketimpangan yang terjadi pada distributor adanya rantai distribusi kita yg tdk benar di Indonesia.yakni, beras, adanya harga eceran yang tertinggi.
 
Lebih lanjut, Syarkawi menuturkan bahwa di 3 bulan ini kami secara ketat akan mengawasi para pelaku-pelaku penimbun beras di bulan Desember, Januari, dan Februari dimana di 3 bulan terakhir ini tidak terjadinya panen raya dan kami di KPPU kita akan awasi secara ketat hingga di bulan februari.
 
“Dan kami akan menindak tegas apabila ada yang mengurangi pasokan langka di tengah-tengah masyarakat, dan pemerintah di 2 tahun ini,” ujarnya.
 
Sementara itu, Ayam potong juga telah KPPU fokus mengawasi mulai dari harga dipeternak dan terkadang berbeda jauh sekali di Pasar-pasar tradisional dan rawannya ketimpangan terjadi.
 
“Yang akan kami awasi ketat diantaranya, Cabe rawit, Gula pasir putih, bawang merah. Bawang putih, minyak goreng, daging sapi, dan beberapa lagi lainnya,” tuturnya.
 
Diketahui, Sampai saat ini KPPU belum menemukan adanya temuan di Sulsel, namun KPPU tetap melakukan investigasi kepada pelaku-pelaku penimbun beras Komoditas pangan strategis.
 
 
NCL*

Bagikan:

Komentar Anda