EDfow.com – Ternyata pelajaran yang tak di sukai Zydan di sekolah seperti bahasa inggris, malah membuat mengantarnya dalam meraih pestasi. Dia meraih perak dalam kometisi kompetisi Qooco Asia Spelling Cup 2017 di Kuala Lumpur, baru-baru ini.

“Pelajaran favorit saya adalah sains dan matematika,” kata Zydan

zydan adalah salah satu finalis kompetisi mengeja asal Indonesia yang bertarung melawan 55 peserta dari China, Thailand, dan Malaysia. Mereka dibagi berdasarkan tingkatan sekolah. Ada level SD dan SMP.

Seperti yang di lansir dari CNN indonensia bahwa Zydan harus puas di posisi kedua setelah gagal mengalahkan Weizheng pada putaran ke-11 saat harus mengucapkan kata “Roodebok”. “Kata itu berasal dari bahasa Belanda, saya tahu artinya, tapi saya lupa ejaannya, saya lupa bahwa bunyi “u” itu adalah “o” ganda dalam bahasa Belanda,” katanya.

Weizheng juga pesaing terberat bagi Zydan. “Dia kalem banget, seakan-akan dia tahu setiap kata,” katanya.

Kompetisi mengeja seperti ini belum pernah populer di indonesia. Zydan salah satu finalis indonesia mengatakan, ada banyak yang menyelenggarakan tetapi orang indonesia tidak telalu minat dengan kompetisi seperti ini, namun optimis melihat pembelajaran bahasa asing menggunakan teknologi mobile yang di adakan oleh Qooco.

Tetap melihat kondisi di indonesia saat ini sudah banyak sekolah yang mulai mengaplikasikan pembelajaran menggunakan teknologi, Sebagai contoh, Ujian Nasional pun sekarang sudah berbasis komputer. Di sisi lain, anak-anak muda Indonesia sudah akrab dengan gadget.

Zydan sendiri sudah menggunakan perangkat teknologi untuk belajar sejak kelas III SD. Orang-orang di sekitarnya yang mempengaruhi diri untuk menggunakan teknologi untuk belajar. “Itu sangat membantu, karena teknologi membuat pelajar menikmati proses belajar,” tuturnya.

 

En

Bagikan:

Komentar Anda