EDfow.com – Menikah merupakan sebuah penyatuan dua keluarga dalam sebuah ikatan. Menikah juga merupakan hal yang sudah diatur dan menjadi rahasia Tuhan.

Nah, bagi kalian yang memiliki calon istri dari seorang perempuan Makassar kalian wajib menjalani sederet tahapan adat dalam pernikahan dan dapat menambah pengetahuan bagi kalian yang membacanya.

1. Tahap Pendekatan “Mappese-pese”.

Sebelum melangkah ketahap yang lebih serius, pihak laki-laki diwajibkan melakukan pendekatan atau “Mappese-pese” ke keluarga besar ataupun keluarga inti perempuan yang akan dilamar.

Dalam tahapan ini laki-laki harus membawa wakil keluarga namun buka orangtua, melainkan adik, kakak, om atau siapapun yang dianggap bijak dan bisa mewakili keluarga menyampaikan niatan untuk melamar.

Ingat ! Bawalah seseraha atau paling tidak ku-kue sebagai simbol hantran bagi keluarga si perempuan.

2. Tahapan Melamar “Masuro” atau “Madduta”.

Tahap selanjutnya adalah Melamar atau dalam bahasa lokal disebut Massuro atau Madduta. Tahapan ini kamu tidak di perkenankan ikut, hanya perwakilan keluarga sebanyaknya kurang lebih sepuluh orang dan termasuk seorang yang dipercayakan untuk bernegosiasi tentang pernikahan.

Ditahap ini biasanya akan dibicarakan persoalan uang Panai. Uang panai ini merupakan seserahan uang yang harus kmu bayarkan kepada orang tuan gadis sebagai syarat meminang.

Lebih jauh, uang Panai merupakan bentuk penghargaan seorang laki-laki kepada perempuan yang akan di pinangnya karena twlah menjaga harkat dna marbatnya sebagai perempuan.

Jumlah uang Panai ini akan berbeda berdasarkan tingkat strata sosial dari keluarga Perempuan. Untuk perempuan dengan strata sosial menegah kebawah kisarannya 15 hingga 50 juta dan untuk perempuan dengan strata sosial tinggi kisaran uang Panainya sekita 100- 500 juta.

Nah orang yang dipercayakan sebagai negositor bertugas menawar harga uang Panai sebagai mana kesanggupan dari pihak laki-laki.

3. Tahap mengantarkan uang pesta “mappenre dui” dan penentuan hari “mappetu ada”.

Tahap ini merupakan tahap akhir dalam proses meninang perempuan Makassar. Dalam tahapan pengantaran uang, kedua keluarga wajib datang. Ajaklah keluarga sebanyak-banyaknya sebagai wujud keseriusan dan keluargamu akan dianggap kompak dan besar oleh pihak perempuan.

Kedua tahap ini biasanya akan dilanjutkan dengan prosesi ijab kabul agar dapat menghemat waktu.

Uang Panai yang telah disepakati pada tahap sebelumnya wajib untuk dibawa pada tahap ini. Tak luoa juga untuk membawa seserahan atau “erang-erang” dalam “bosara.

Nah, itulah tiga tahapan yang harus dilewati jika ingin menikahi perempuan Makassar. Walaupun terkesan ribet, namun itulah budaya Makassar yang harus terus di laksanakan.

 

NAL

Bagikan:

Komentar Anda