EDfow.com – Peristiwa gantung diri yang menghebohkan warga Desa Koreng, Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, pada Selasa (5/12/2017) pagi kemarin, ternyata bermotif asmara terlarang.

RK alias Riko (20) dan MK alias Meifa (13), yang diketahui masih satu marga ini nekad mengakhiri hidup dengan bersama-sama menggantung diri dengan seutas taki nilon di bawah tower aluran udara tegangan tinggi.

Personil gabungan dari Sat Reskrim dan Sat Intelkam Polres Minahasa Selatan serta anggota Polsak Tareran langsung mengamankan Tempat kejadian dan melakukan proses identifikasi dan mengevakuasi jenazah kedua remaja ini.

Dilansir dari manado.tribunnews, Rabu (6/12/2017), Kapolsek Tareran, Iptu Petrus Satu membenarkan kejadian ini.

“TKP-nya di bawah tower sutet, peristiwa gantung diri oleh dua warga Desa Koreng diidentifikasi berinisial RK (Rino) 20 tahun dan MK (Meifa) 13 tahun,” jelasnya.

Demi mendalami kasus gantung diri ini, Kasat Intelkam Polres Minahasa Selatan, AKP Karel Tangay, menyarakan agar dilakukan otopsi terhadap kedua jenazah namun ditolak oleh pihak keluarga.

“Keluarga korban gantung diri menyatakan menerima peristiwa duka ini dan menolak untuk dilakukan proses otopsi,” jelas Karel.

Dan, lanjutnya, “Untuk motif kasus diketahui bahwa kedua korban menjalin asmara terlarang karena masih ada ikatan darah, hingga pada akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” pungkasnya.

 

NAL

Bagikan:

Komentar Anda